Heboh! Dini Hari Sri Muliyani Unggah Penjelasan Pemajakan Pulsa, Pakai Huruf Besar Pasang di atas sini -->

Advertisement

Heboh! Dini Hari Sri Muliyani Unggah Penjelasan Pemajakan Pulsa, Pakai Huruf Besar

Saturday, January 30, 2021

Menteri Keuangan (Sri Muliyani Indrawati) - Foto : Antara.com

MARKASNEWS.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Muliyani Indrawati Menjelaskan soal berita pemajakan atas pulsa, kartu perdana, token listrik dan voucher yang beredar, melalui akun instagram miliknya, Sabtu (30/1/2021).


Sri muliyani menjelaskan terkait pemajakan tersebut, Sebagian besar tulisan dalam unggahan itu menggunakan huruf besar. Melalui Akunnya @smindrawati, Menteri Keuangan itu menjelaskan mengenai kabar pemajakan atas pulsa, kartu perdana, token listrik, dan voucer yang tertuang dalam PMK 06/PMKK.03/2021.


Menurutnya, dalam ketentuan itu tidak ada pungutan pajak-pajak baru untuk pulsa, kartu perdana, token listrik, dan voucer.


Sri Mulyani menjelaskan bahwa ketentuan itu tidak berpengaruh terhadap harga pulsa, kartu perdana, token listrik, dan voucer. Sebab, selama ini Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) atas sejumlah item tersebut sudah berjalan.


“Jadi tidak ada pungutan pajak baru untuk pulsa, token listrik, dan voucer,” kata Sri Mulyani dalam unggahannya.


Ia juga menyebut ketentuan itu untuk menyederhanakan pengenaan PPN dan PPh atas pulsa atau kartu perdana, token listrik, dan voucer. Selain itu, kebijakan tersebut untuk memberikan kepastian hukum.


Sejak sri muliyani mengunggahnya 8 jam, unggahannya lansung di penuhi dengan komentar dan like. sejak itu sudah 1.488 Komentar dan 37.825 Menyukainya.


Unggahan Sri Mulyani itu mendapatkan respons beragam dari warganet. Beberapa mengomentari Menkeu yang belum beristirahat hingga larut malam. 


“Cewe Kalau Jam segini ngetik panjang gini. kelar hidup lw,” tulis salah seorang pengguna Instagram di kolom komentar @evan_asher.


Bahkan ada juga warganet yang memberikan dukungan penu kepada sri muliyani, "sing sabar ya ibu dan maafkan orang2 yang melihat berita cuman judulnya saja tanpa membaca dan mencari tahu kebenarannya", Tulis @jackyzimah. (Nang/MN).